Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Proses Pembangunan Kios Pasar Dwikora Pasca Terbakar Mulai Dipersiapkan

Metro-Esa • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:39 WIB
Pemko Pematangsiantar menurunkan alat berat untuk menangani perobohan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak, membersihkan puing-puing dari lokasi kebakaran di Pasar Dwikora.
Pemko Pematangsiantar menurunkan alat berat untuk menangani perobohan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak, membersihkan puing-puing dari lokasi kebakaran di Pasar Dwikora.

SIANTAR, METRODAILY - Pemko Pematangsiantar bergerak cepat dalam melakukan penanganan Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara, pasca terbakar, Kamis (18/06/2026) dini hari lalu. Sebanyak 311 unit kios terbakar, dengan jumlah kios yang terdata aktif 276 unit.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dan jajaran pejabat di lingkungan Pemko Pematangsiantar telah meninjau langsung lokasi kebakaran. Wesly juga telah  menginstruksikan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) dan jajaran Pemko Pematangsiantar untuk  melakukan penanganan para pedagang terdampak bencana kebakaran.

Direktur Utama (Dirut) PD PHJ Bolmen Silalahi SP, Senin (6/07/2026) menyampaikan, Wali Kota Wesly telah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 41 pedagang terdampak kebakaran Pasar Dwikora di kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi Kelurahan Sukadame, beberapa waktu lalu. Para  pedagang dapat mengambil bantuannya melalui rekening  Bank Sumut.

Baca Juga: Pemko Siantar Salurkan Bantuan untuk Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Dwikora

"Sosialisasi kepada para pedagang dan pemberian bantuan sosial sudah terlaksana tahap 1. Sedangkan tahap 2 dan tahap 3 on progress," terang Bolmen.

Untuk tindak lanjut, katanya, Pemko Pematangsiantar melalui PD PHJ  mempersiapkan 141 unit kios, yang terdiri dari 87 unit di dalam tanpomas, dan 54 unit di area Pasar Dwikora.

"Apabila masih kurang, tersedia juga kios di Balairung Rajawali sebanyak 85 kios yang dapat digunakan sementara oleh pedagang korban kebakaran," ujarnya.

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara, Wesly Sebut Toleransi Jadi Kekuatan Kota Siantar

Selain itu, Pemko Pematangsiantar melalui Pemerintah Kecamatan dan PD PHJ melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Mufakat, dengan memasang barrier dan membersihkan selokan-selokan, sehingga arus lalu lintas bisa lancar, terutama dapat dilalui truk-truk dan alat-alat berat.

Ditambahkannya, setelah police line dibuka tanggal 24 Juni 2026, maka Pemko Pematangsiantar telah langsung bergerak cepat menurunkan alat berat untuk menangani perobohan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak, membersihkan puing-puing dari lokasi kebakaran, serta membuat drainase utama dan drainase tambahan.

Baca Juga: Wesly Silalahi Ajak Semua Elemen Berkolaborasi Wujudkan Siantar Kota Tangguh

Pemko Pematangsiantar akan membangun atap balairung,  lantai kios, lantai jalan, dan fasilitas umum, seperti drainase, instalasi listrik, dan aliran air Perumda Air Minum Tirta Uli, CCTV, APAR, serta lampu  penerangan. Dalam hal ini pedagang akan membuat sendiri dinding-dinding kios sesuai ketentuan yang ditetapkan PD PHJ. ukuran dan letak kios tidak mengalami perubahan.

 

"Belajar dari kejadian ini, maka PD PHJ perlu melakukan mitigasi resiko, di mana pada saat kebakaran tidak ada peralatan/APAR yang memadai untuk mengatasi situasi tersebut. Untuk itu diperlukan usaha guna melengkapi peralatan/APAR dan juga untuk penanganan drainase,” kata Bolmen.(adv)

 

Editor : Metro-Esa
#pasar dwikora