Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis di Kota Siantar: Wujud Nyata Keragaman dan Harmonis

Metro-Esa • Kamis, 16 April 2026 | 18:05 WIB
Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn dan Ny Liswati bersama perwakilan 10 etnis di Kota Pematangsiantar.
Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn dan Ny Liswati bersama perwakilan 10 etnis di Kota Pematangsiantar.

 

SIANTAR, METRODAILY - Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan wujud nyata keragaman etnis dan budaya yang terjalin harmonis di Kota Pematangsiantar. Seni budaya harus bisa dijadikan data tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn mengatakan hal itu, dalam sambutannya di acara Pembukaan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar, di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Jalan Sang Naualuh Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Timur, Kamis (16/4/2026).

Wesly yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi, atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara tersebut.

Baca Juga: 110 JCH Siantar Masuk Asrama Haji 23 April, Berangkat Sehari Kemudian

Kota Pematangsiantar sejak dulu dikenal sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia. Keberagaman etnis-mulai etnis Simalungun sebagai tuan rumah, Batak Toba, Karo, Pakpak, Mandailing, Minang, Nias, Jawa, Melayu, Tionghoa, bahkan India, hingga etnis lainnya-adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.

 Seni budaya adalah bahasa universal. Lewat tarian, musik, ddan pakaian adat yang kita saksikan hari ini, kita diingatkan perbedaan bukanlah pemisah, melainkan warna-warni yang membentuk lukisan indah bernama Pematangsiantar,  sebutnya.

“ Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan akar budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Merawat toleransi dengan cara saling menghargai ekspresi budaya antar-etnis, serta menjadikan seni budaya sebagai daya tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal,”

Baca Juga: Hari Jadi Kota Siantar Diramaikan Festival Budaya hingga Karnaval

“Saya berpesan kepada adik-adik para pelaku seni, teruslah berkarya! Tunjukkan anak muda Siantar bangga dengan budayanya,  kata Wesly, yang berharap kegiatan tersebut dapat memererat tai silaturahmi di antara kita, demi mewujudkan Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,”.

Mewakili penatua adat Simalungun (Sipukkah Huta) yang juga Sekretaris Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar Simalungun Muhammad Fikri Fanani Damanik SIP MSi, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 Ini sebagai salah satu bentu upaya kita dalam memelihara dan melestarikan budaya. Bukan hanya budaya Simalungun, tetapi seluruh etnis yang ada di Kota Pematangsiantar,  katanya.

Baca Juga: Tirta Uli Siantar Borong 4 Penghargaan Nasional di TOP BUMD Awards 2026

Fikri juga mengucapkan terima kasih karena pagelaran dilaksanakan di lokasi kebanggaan, khususnya bagi marga Damanik.

"Semoga kita dapat meneruskan semangat perjuangan Oppung Raja Sang Naualauh Damanik, yang peduli budaya dan pendidikan. Terima kasih kepada Wali Kota Bapak Wesly Silalahi dan Dinas Pendidikan,"  sebut Fikri.

Fikri mengingatkan, Sabtu (18/04/2026) di lokasi yang sama juga akan digelar kegiatan Marsombuh Sihol dalam rangka Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematangsiantar, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Pematangsiantar. Acara tersebut, untuk mengulang dan mengenang kembali perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik.

“Semoga kegiatan tersebut menjadi poin penting agar selanjutnya bisa ada kolaborasi yang lebih besar. Semoga juga memberikan kontribusi dalam peningkatan nilai budaya di Pematangsiantar. Kami siap mendukung visi misi wali kota menjaga keselarasan di Kota Pematangsiantar,”  harap Fikri.

Baca Juga: Ishak Hutasuhut Kembali Pimpin Al Washliyah Siantar, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Non Formal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fakhrudin Sagala MPd dalam laporannya menyampaikan, Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis sebagai upaya nyata untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa, khususnya yang tumbuh dan berkembang di Kota Pematangsiantar.

Sedangkan tujuan kegiatan tersebut, menjaga seni budaya dan kearifan lokal agar tidak punah tergerus perkembangan zaman; menanamkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); memererat persaudaraan antar etnis melalui seni guna mendukung Pematangsiantar Kota Toleran dan sebagai upaya mewujudkan visi misi wali kota: Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.

Masih kata Fakhrudin, kegiatan tersebut menampilkan 10 tarian berbagai etnis di Kota Pematangsiantar, dengan peserta perwakilan SMP negeri dan swasta di Pematangsiantar.

Baca Juga: Mendagri Minta Daerah Sumut Hibah ke Aceh, Simalungun Rp30 M dan Siantar Rp25 M

Terkait lokasi kegiatan di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, kata Fakhrudin, karena beberapa hari ke depan merupakan peringatan Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematangsiantar.  Yang tidak terlepas dari sejarah dan perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik.

Kehadiran Wesly dan Ny Liswati disambut tarian Tortor Sombah oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Setelah pembukaan, Wesly didampingi Ny Liswati menyerahkan cenderamata kepada penatua adat 10 etnis.

Turut hadir, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Risbon Sinaga MM, mewakili Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Pematangsiantar Dr dra Corry Purba MSi, dan lainnya. (Adv)

 

Editor : Metro-Esa
#etnis budaya #walikota siantar #Siantar