MEDAN, METRODAILY — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam membangun Kota Medan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Medan dalam rangka Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025, di Gedung DPRD Medan, Senin (25/8).
Menurut Rico, pembangunan kota tidak dapat berjalan optimal tanpa kebersamaan antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan slogan “Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan” hanya bisa diwujudkan melalui kerjasama dan koordinasi yang solid.
“Saya yakin, dengan sinergi dan kemitraan yang kokoh antara eksekutif dan legislatif, visi dan misi pembangunan Kota Medan akan terwujud. Masukan masyarakat melalui hasil reses dewan menjadi bahan strategis dalam menyusun kebijakan serta program pembangunan,” katanya.
Wali kota juga meminta perangkat daerah menindaklanjuti hasil reses DPRD yang berisi aspirasi masyarakat. Ia menilai, saran dan masukan warga sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami mengapresiasi hasil reses DPRD. Saya minta perangkat daerah benar-benar memperhatikan dan menindaklanjuti seluruh masukan itu,” tegasnya.
Rapat paripurna turut dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, para wakil ketua dan anggota dewan, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan.
Bansos Belum Merata
Dalam laporan reses, sejumlah persoalan mendasar kembali mencuat. Anggota DPRD Medan dari Dapil I, Dr. Dra. Lily MBA MH, menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata di Medan Baru, Petisah, Medan Barat, dan Helvetia. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai dinamika ekonomi, kebutuhan infrastruktur, hingga penyalahgunaan narkoba. Lily menegaskan, temuan lapangan itu menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti Pemko Medan.
“Bansos yang belum merata, pelayanan publik yang masih belum prima, dan program kerja OPD yang tidak tepat sasaran menjadi keluhan masyarakat. Kami berharap ini menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan publik ke depan,” ujar politisi PDIP tersebut.
Lily juga meminta Pemko Medan memprioritaskan usulan warga, termasuk relokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan, yang berada dekat Sekolah Sutomo 2. Keberadaan TPS dinilai mengganggu proses belajar mengajar akibat bau menyengat.
Keluhan Dapil III
Dari Dapil III, Anggota DPRD Medan Datuk Iskandar Muda A.Md menyoroti buruknya kondisi infrastruktur. Jalan rusak, banjir akibat drainase tersumbat, minimnya penerangan jalan, hingga krisis air bersih masih menjadi persoalan utama masyarakat.
“Masalah drainase, banjir, jalan rusak, hingga distribusi air bersih adalah persoalan nyata yang dihadapi warga. Kami berharap OPD terkait segera menindaklanjuti aspirasi ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar yang merata menjadi kunci peningkatan kualitas hidup warga. DPRD Medan berharap pemerintah kota mempercepat realisasi program perbaikan jalan, drainase, serta penyediaan sarana publik lainnya.
“Reses adalah amanah rakyat. Maka kami berkewajiban menyampaikan hasilnya dalam forum resmi ini agar menjadi perhatian serius pemerintah kota,” pungkasnya.
Dengan hasil reses ini, DPRD Medan berharap Pemko Medan dapat lebih responsif dalam merespon kebutuhan masyarakat. Sinergi eksekutif dan legislatif diharapkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi warga Kota Medan. (pwh)
Editor : Prans Metro