ACEH TAMIANG, METRODAILY – Indosat Ooredoo Hutchison membangun 10 titik sumur bor artesis di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir sebagai upaya membantu pemulihan masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.
Salah satu sumur bor tersebut dibangun di area Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang menjadi titik pertama dan kini menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air pascabanjir.
VP–Head of Region Northern Sumatera Indosat, Anjar Budi Kurniawan, mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan karena banyak sumber air warga tertutup lumpur setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh.
“Setelah banjir, banyak sumur galian dan sumber mata air warga tertutup lumpur. Pada masa transisi menuju pemulihan, hujan justru tidak turun sehingga warga mengalami kesulitan air bersih,” ujar Anjar saat meninjau sumur bor di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat tidak hanya saat masa darurat bencana, tetapi juga dalam fase pemulihan jangka panjang.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya bersifat sementara. Karena itu kami membangun sumur bor yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Sumur Artesis Sedalam 70 Meter
Menurut Anjar, sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman sekitar 70 meter sehingga dapat menghasilkan air artesis yang lebih bersih dan stabil.
“Untuk mendapatkan air artesis berkualitas, kedalamannya harus lebih dari 50 meter. Sumur yang kami bangun mencapai sekitar 70 meter sehingga airnya jernih dan layak digunakan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, sistem penyaringan juga dipasang untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.
Keberadaan sumur bor tersebut kini menjadi sumber air penting bagi warga sekitar Masjid Darussalam yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai Fodo Dini Hari
Salah seorang warga, Rita, mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Air ini kami gunakan untuk mencuci piring, mencuci pakaian, memasak, bahkan mandi di fasilitas masjid,” ujarnya.
Dibangun di 10 Titik Terdampak Banjir
Secara keseluruhan, Indosat membangun 10 titik sumur bor yang tersebar di beberapa wilayah terdampak banjir di Aceh.
Sebaran titik tersebut meliputi enam titik di Aceh Tamiang yang menjadi wilayah dengan dampak banjir paling signifikan, dua titik di Bener Meriah, satu titik di Pidie Jaya, serta satu titik di Aceh Utara.
Pembangunan fasilitas air bersih ini diharapkan dapat mencegah munculnya berbagai penyakit yang sering terjadi setelah bencana akibat buruknya sanitasi dan keterbatasan akses air bersih.
Kolaborasi dengan Berbagai Mitra
Dalam pelaksanaannya, program tersebut turut didukung berbagai mitra strategis, di antaranya Nokia, Huawei, Protelindo, TPG Telecom, China Mobile International, serta LAZNAS ZIS Indosat.
EVP–Head of Circle Sumatra Indosat, Agus Sulistio, mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan filosofi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia.
“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh dapat segera bangkit dengan lebih tangguh dan mandiri. Harapannya, sumur bor ini bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pengembangan jaringan telekomunikasi, tetapi juga dengan membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap sumber daya penting seperti air bersih. (Mea)
Editor : Editor Satu