Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Musala yang Pernah Jadi Pengungsian Banjir Kini Berubah Cantik, Indosat Renovasi Surau di Aceh Tamiang

Editor Satu • Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:00 WIB

 

Musala Al Ikhlas di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, yang telah direvitalisasi oleh Indosat melalui program CSR Surau Kita Berdaya setelah sempat jadi pengungsian.
Musala Al Ikhlas di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, yang telah direvitalisasi oleh Indosat melalui program CSR Surau Kita Berdaya setelah sempat jadi pengungsian.

ACEH TAMIANG, METRODAILY – Musala Al Ikhlas di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, kini tampil lebih bersih, terang, dan nyaman setelah direvitalisasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison melalui program Indosat Berkah Ramadan: Surau Kita Berdaya.

Rumah ibadah yang sebelumnya terlihat sederhana dan redup itu diperbaiki, agar lebih nyaman digunakan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

VP–Head of Region Northern Sumatera Indosat, Anjar Budi Kurniawan, mengatakan revitalisasi musala tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pemulihan fasilitas ibadah masyarakat terdampak bencana.

“Program ini kami lakukan untuk membantu masyarakat memulihkan fasilitas ibadah. Dari total 19 surau yang kami revitalisasi secara nasional, 13 berada di Provinsi Aceh pascabencana termasuk Musala Al Ikhlas di Aceh Tamiang ini,” ujar Anjar saat kunjungan tim Indosat ke lokasi, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, proses renovasi dilakukan relatif cepat, yakni sekitar lima hari. Perbaikan meliputi pengecatan bagian dalam dan luar bangunan, perbaikan fasilitas tempat wudhu, serta penambahan perlengkapan ibadah.

“Kami juga menambahkan fasilitas seperti lemari penyimpanan serta memberikan bantuan Alquran, mukena, sarung, sajadah, wifi, dan perlengkapan ibadah lainnya agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman, apalagi wilayah ini sebelumnya terdampak bencana,” katanya.

Anak-anak duduk di dalam Musala Al Ikhlas, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, menunggu waktu berbuka puasa bersama usai kegiatan keagamaan dalam program Surau Kita Berdaya IOH.
Anak-anak duduk di dalam Musala Al Ikhlas, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, menunggu waktu berbuka puasa bersama usai kegiatan keagamaan dalam program Surau Kita Berdaya IOH.

AVP Communications Circle Sumatra Indosat, Gledy Simanjuntak, menjelaskan program Surau Kita Berdaya lebih menitikberatkan pada revitalisasi rumah ibadah yang sudah ada, bukan membangun bangunan baru.

“Konsep program ini adalah revitalisasi, bukan membangun dari awal," katanya.

Sebelum renovasi dilakukan, tim Indosat terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk melihat kebutuhan yang paling mendesak. "Syaratnya lokasi harus berupa surau atau musala dan diprioritaskan berada di wilayah terdampak bencana,” jelasnya.

Baca Juga: RSUD dr. M. Thomsen Nias Terima Residen Senior PPDS FK USU, Perkuat Layanan Obgyn

Pernah Jadi Tempat Pengungsian

Musala Al Ikhlas memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Saat banjir melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, bangunan tersebut sempat dijadikan tempat pengungsian warga.

Sekitar 15 kepala keluarga mengungsi di lokasi tersebut, karena posisinya berada di tempat yang lebih tinggi dibandingkan permukiman sekitar.

Imam Musala Al Ikhlas sekaligus Imam Dusun, Jasmani, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Indosat.

“Dulu musala ini terlihat redup karena dindingnya belum dicat. Sekarang sudah terang dan jauh lebih nyaman digunakan," katanya.

Jemaah yang sehari-hari beribadah di musala ini kurang lebih 50 KK, meski jumlah yang terdaftar sebenarnya ratusan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Indosat yang telah peduli terhadap musala di desa kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dorong Aktivitas Keagamaan Warga

Selain renovasi fisik, program Surau Kita Berdaya juga diisi berbagai kegiatan keagamaan selama tiga hari yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, hingga masyarakat umum.

Kegiatan tersebut bertujuan menghidupkan kembali fungsi surau tidak hanya sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan agama bagi masyarakat.

Jasmani berharap kondisi musala yang kini lebih baik dapat mendorong warga semakin aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Harapan kami, musala ini semakin ramai digunakan warga untuk ibadah dan kegiatan keagamaan, terutama selama bulan Ramadan,” katanya. (Mea)

 

Editor : Editor Satu
#Indosat Ooredo Hutchison #Surau Kita Berdaya