METRODAILY - Inter Milan mengusung misi balas dendam saat menjamu Juventus dalam Derby d’Italia Serie A 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/2) dini hari WIB.
Nerazzurri datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatat 12 laga tanpa kekalahan di Liga Italia.
Laga panas Inter Milan vs Juventus ini menjadi pertemuan kedua kedua tim musim ini. Pada duel pertama September lalu, Inter dipaksa menelan kekalahan dramatis 3-4 dari Bianconeri.
Saat itu, Juventus bangkit dari ketertinggalan 2-3 hingga menit-menit akhir pertandingan. Dua gol tambahan yang dicetak Khephren Thuram dan Vasilije Adzic memastikan kemenangan Si Nyonya Besar sekaligus menyisakan luka bagi kubu Inter.
Baca Juga: AFC Kirim Surat Resmi, Puji Sukses Indonesia Gelar Piala Asia Futsal 2026
Kini, situasinya berbeda. Inter tampil jauh lebih konsisten. Lautaro Martinez dan kawan-kawan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir Serie A, dengan 11 kemenangan.
Teranyar, Inter pesta gol 5-0 di markas Sassuolo, menunjukkan ketajaman lini serang sekaligus soliditas pertahanan.
Bek Inter, Yann Bisseck, menegaskan timnya sudah berkembang pesat dibandingkan awal musim.
“Kami sangat kuat secara mental. Dengan kualitas yang kami punya, kami bisa melukai tim mana pun,” ujar Bisseck kepada Sport Mediaset.
Baca Juga: Airlangga Kembali Pimpin Wushu Indonesia, Bidik Emas Asian Games 2026
Pemain asal Jerman itu menekankan bahwa Inter saat ini bukan lagi tim yang sama seperti di paruh pertama kompetisi.
“Kami bukan lagi tim yang sama seperti di paruh pertama musim. Kami sudah banyak membaik, tapi kami harus membuktikannya di atas lapangan,” tegasnya.
Secara statistik, Inter memang masih punya pekerjaan rumah saat menghadapi Juventus.
Dalam tiga Derby d’Italia terakhir, Nerazzurri gagal meraih kemenangan dengan dua kali menelan kekalahan. Kemenangan terakhir Inter atas Juventus terjadi pada Februari 2025 dengan skor tipis 1-0 di kandang sendiri.
Baca Juga: Meresahkan Warga, SAPMA Desak Penutupan Galian C Ilegal di Paluta
Derby d’Italia kali ini bukan sekadar soal gengsi, tetapi juga berpotensi memengaruhi peta persaingan papan atas Serie A.
Dengan tren positif yang sedang mereka jalani, Inter berpeluang besar membalikkan keadaan dan membayar lunas kekalahan menyakitkan di pertemuan pertama. (dtc)