Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Diduga Mesum, Anggota DPRK Aceh Singkil Kader PAN Digerebek Warga

Editor Satu • Rabu, 28 Januari 2026 | 11:05 WIB
Anggota DPRK Aceh Singkil berinisial H saat diinterogasi warga di lokasi penggerebekan di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Minggu (25/1/2026).
Anggota DPRK Aceh Singkil berinisial H saat diinterogasi warga di lokasi penggerebekan di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Minggu (25/1/2026).

ACEH SINGKIL, METRO DAILY – Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil berinisial H, yang disebut merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), diduga terlibat perbuatan mesum dengan seorang perempuan bersuami berinisial G.

H digerebek warga di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (25/1/2026) sore.

Informasi tersebut dibenarkan salah satu warga sekaligus saksi berinisial BM, yang mengaku keberatan karena istrinya juga disebut pernah digoda oleh H.

“Benar, sekitar pukul 17.54 WIB kami bersama suami sah perempuan berinisial G dan warga melakukan penggerebekan serta interogasi terhadap keduanya. Dari pengakuan, mereka sudah dua kali datang ke rumah itu,” ujar BM kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

BM mengungkapkan, dari hasil interogasi warga, perempuan berinisial G mengaku telah melakukan hubungan zina dengan H pada pertemuan sebelumnya.

Pada hari penggerebekan, keduanya disebut kembali berencana melakukan perbuatan serupa, namun keburu diketahui warga.

“Perempuan itu mengaku sudah berzina pada pertemuan pertama. Hari penggerebekan, rencananya mau mengulang lagi, tapi ketahuan,” kata BM.

BM juga menyebut, H mengakui perbuatannya saat diinterogasi warga. Pengakuan tersebut, menurut BM, diperkuat dengan rekaman video dan percakapan WhatsApp yang ada di ponsel istrinya.

“Dia mengaku dan meminta maaf. Ada video pengakuannya, juga bukti chat WhatsApp,” ungkapnya.

Selain dugaan perselingkuhan dengan G, BM mengklaim H juga sempat merayu istrinya. Hal tersebut membuatnya merasa dipermalukan dan sangat kecewa.

“Istri saya juga dirayu. Ini sangat memalukan. Saya bisa buktikan dengan riwayat panggilan video call,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga dan pihak keluarga perempuan disebut meminta H mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya, suami G mengaku tidak mengetahui istrinya dibawa berkeliling sebelum menuju rumah tempat penggerebekan.

Atas peristiwa tersebut, BM mendesak agar H dicopot dari jabatannya sebagai anggota DPRK Aceh Singkil serta diproses sesuai Qanun Aceh, karena dinilai telah mencoreng nama baik institusi pemerintahan dan partai politik.

“Saya minta Ketua PAN mencopot H dan memprosesnya secara hukum. Ini mencoreng nama baik partai dan lembaga. Membawa istri orang berduaan di dalam mobil itu sangat memalukan,” tegas BM.

Bantahan Terlapor

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Singkil berinisial H saat dikonfirmasi wartawan membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tidak melakukan perbuatan mesum seperti yang dituduhkan.

“Tidak ada itu. Saya hanya duduk di rumah ibu tersebut karena sudah biasa di situ. Saya dituduh dan malah dianiaya,” ujar H singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun dari pihak Partai Amanat Nasional terkait dugaan tersebut. (rhb)

Editor : Editor Satu
#mesum #dprk aceh singkil