Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pasca Banjir Bandang, Disdik Tapteng Terapkan Pembelajaran Menyenangkan dan Trauma Healing

Editor Satu • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:30 WIB
Dinas Pendidikan Tapteng melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan pascabencana banjir bandang, Senin (5/1/2026).
Dinas Pendidikan Tapteng melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan pascabencana banjir bandang, Senin (5/1/2026).

TAPTENG, METRODAILY – Pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali dilaksanakan mulai 5 Januari 2026.

Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan, disertai trauma healing dan dukungan psikososial bagi peserta didik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak, mengatakan kebijakan tersebut dilaksanakan sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah.

Baca Juga: Bela Kades, Warga Desa Ujung Batu Kembali Kepung Kantor Camat Barus

“Mulai 5 Januari 2026, seluruh sekolah sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan menerapkan pembelajaran menyenangkan. Tidak ada beban pekerjaan rumah bagi siswa,” ujar Johannes, Senin (5/1/2026), di Pandan.

Johannes menjelaskan, untuk sekolah yang masih terisolir akibat bencana, seperti SD Sigiring-giring dan SD Hutanabolon 3, kegiatan belajar mengajar dilakukan di sekolah darurat menggunakan tenda yang disediakan Kementerian Pendidikan.

Sementara itu, dari total 161 siswa SD Hutanabolon 2, sebagian mengikuti pembelajaran di SD Hutanabolon 1, dan sebagian lainnya belajar di tenda sekolah darurat.

“Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka tetap bersemangat mengikuti proses belajar meskipun dalam kondisi pascabencana,” kata Johannes.

Baca Juga: Mediasi Gagal, Sidang Penyerobotan Lahan 7 Hektare Sawit oleh CPA/AEP Masih Buntu

Bantuan Seragam dan Alat Tulis

Disdik Tapteng juga telah menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, tas, dan alat tulis kepada siswa terdampak bencana, berdasarkan data yang telah diverifikasi.

“Pada umumnya, siswa di Kecamatan Tukka sudah menerima bantuan seragam dan alat tulis sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, masih terdapat beberapa sekolah yang belum dapat difungsikan sepenuhnya karena proses pembersihan yang masih berlangsung. Ketebalan lumpur di sejumlah sekolah mencapai sekitar 80 sentimeter.

“Saat ini masih ada sekolah yang dibersihkan menggunakan alat berat excavator dari Dinas PUPR Tapteng,” tambahnya.

Baca Juga: Wings Air Buka Rute Langsung Pekanbaru–Tapteng

Kehadiran Siswa Capai 90 Persen

Johannes menegaskan, selain pembelajaran tatap muka, siswa juga mengikuti kegiatan trauma healing dan psikososial yang difasilitasi oleh guru dan tenaga pendukung.

Dari 16 kecamatan terdampak, proses belajar mengajar disebut sudah berjalan relatif normal, dengan tingkat kehadiran siswa mencapai sekitar 90 persen.

Disdik Tapteng juga telah mengajukan proposal bantuan ke Kementerian Pendidikan dan Kementerian PUPR untuk mendukung rekonstruksi dan perbaikan sekolah-sekolah terdampak.

“Total ada lebih dari 300 sekolah terdampak, terdiri dari 194 SD, 98 SMP, dan sisanya TK/PAUD. Saat ini kami masih terus melakukan pemetaan,” pungkas Johannes. (Ztm)

Editor : Editor Satu
#Dinas Pendidikan Tapteng #pasca banjir bandang #Pembelajaran Menyenangkan