Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

BPBD Aceh Singkil Diduga Bebankan Biaya Minyak dan Sopir Alat Berat ke Pekerja Jembatan Darurat

Editor Satu • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:14 WIB
Kondisi jembatan darurat di Aceh Singkil sebelum dikerjakan oleh personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan warga.
Kondisi jembatan darurat di Aceh Singkil sebelum dikerjakan oleh personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan warga.

ACEH SINGKIL, METRODAILY — Proses percepatan pembangunan jembatan darurat pascabanjir besar 26 November 2025 di Kabupaten Aceh Singkil menyisakan tanda tanya.

Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil diduga membebankan biaya operasional alat berat kepada pihak lain di lapangan.

Pembangunan jembatan darurat yang kini telah mencapai sekitar 80 persen tersebut dikerjakan oleh personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta warga setempat.

Jembatan ini menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terputus akibat banjir.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, instansi yang terlihat aktif memantau dan terlibat langsung dalam pengerjaan justru berasal dari Dinas Perhubungan, Kodim 0109 Aceh Singkil, serta jajaran Polres Aceh Singkil.

Sementara BPBD dan Dinas PUPR sebagai instansi teknis penanganan bencana disebut tidak tampak aktif di lokasi.

Menurut sumber di lapangan, BPBD Aceh Singkil memang menurunkan satu unit alat berat jenis ekskavator (beko), namun biaya bahan bakar dan upah sopir justru ditanggung oleh pihak lain yang bekerja di lokasi, termasuk unsur TNI dan Dinas Perhubungan.

“Iya benar, alat berat diturunkan BPBD, tetapi biaya minyak dan sopirnya ditanggung oleh pihak lain. Ini tentu menimbulkan pertanyaan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (18/12/2025).

Kondisi jembatan darurat di Aceh Singkil sesudah dikerjakan oleh personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan warga.
Kondisi jembatan darurat di Aceh Singkil sesudah dikerjakan oleh personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan warga.

Sumber tersebut menilai, seharusnya BPBD sebagai stakeholder utama penanganan bencana bertanggung jawab penuh terhadap operasional alat berat yang digunakan, bukan malah membebankan biaya kepada instansi lain.

“Yang setiap hari terlihat bekerja di lapangan justru instansi vertikal dan Dinas Perhubungan. Sementara biaya operasional alat berat malah dibebankan ke mereka,” tambahnya.

Ia menilai kondisi ini perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil, khususnya dalam penempatan pejabat pada instansi strategis yang berkaitan langsung dengan penanganan kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nasution, menyampaikan bahwa progres pembangunan jembatan darurat telah mencapai 80 persen dan ditargetkan segera rampung.

“Sebenarnya hari ini target kita 100 persen selesai, namun karena kendala bahan kayu yang kurang akibat cuaca di lokasi pengambilan kayu, untuk sementara jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” jelas Syam’un.

Ia memastikan, jika cuaca membaik dan material tersedia, jembatan darurat tersebut dalam beberapa hari ke depan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Insha Allah dalam waktu dekat bisa dilalui semua kendaraan. Kita doakan cuaca segera membaik,” tutupnya. (Rhb)

Editor : Editor Satu
#BPBD Aceh Singkil #jembatan darurat