Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

2 Pekan Jembatan Putus Tak Diperbaiki, Warga Aceh Singkil Mengeluh: Kami Sudah Korban Dua Kali!

Editor Satu • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:00 WIB

 

Kondisi jembatan yang putus total akibat banjir besar yang melanda Aceh Singkil pada 26 November lalu. Hingga kini akses belum diperbaiki sehingga warga bergantung pada jembatan darurat swadaya.
Kondisi jembatan yang putus total akibat banjir besar yang melanda Aceh Singkil pada 26 November lalu. Hingga kini akses belum diperbaiki sehingga warga bergantung pada jembatan darurat swadaya.

SINGKIL, METRODAILY JAWAPOS — Hampir dua pekan dua jembatan utama di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, putus total akibat banjir besar pada 26 November 2025.

Hingga kini, belum ada penanganan dari pemerintah, sementara aktivitas warga semakin terganggu.

Pantauan METRODAILY di lapangan menunjukkan dua jembatan tersebut belum tersentuh perbaikan.

Akibatnya, akses menuju pusat kota tidak dapat dilalui kendaraan roda tiga maupun roda empat. Warga pun membangun dua jembatan darurat khusus roda dua dengan swadaya dan gotong-royong.

Warga mengungkapkan sudah terjadi dua insiden kendaraan terperosok ke dalam aliran sungai karena tidak mengetahui kondisi jembatan yang putus.

“Ada dua mobil yang terperosok. Pertama saat banjir malam hari, yang kedua mobil rental seminggu setelahnya, mungkin pengemudinya mengantuk atau tidak tahu jembatan putus,” kata Andri, Selasa (9/12/2025).

Warga lainnya, Dede, meminta pemerintah segera memperbaiki akses yang sangat vital bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap secepatnya diperbaiki. Pedagang harus memutar puluhan kilometer untuk menuju pusat kota. Ini sangat memberatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan jembatan darurat hasil swadaya itu tidak akan bertahan lama karena dibuat sederhana dan tanpa dukungan bahan dari pemerintah.

Seorang pengendara yang enggan menyebutkan namanya juga mengeluhkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melintas.

Baca Juga: Rico Waas Tinjau Tanggul Jebol di Medan Labuhan, Perbaikan 1 Kilometer Dimulai Segera

“BBM sudah sulit, harga eceran tinggi, ditambah harus bayar Rp20 ribu melewati jembatan darurat. Berat sekali bagi kami,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan.
“Sampai kapan seperti ini? Seharusnya pemerintah cepat ambil tindakan. Kami sudah jadi korban banjir, sekarang korban akses jalan pula,” keluhnya.

Dari pantauan METRODAILY, dua titik jembatan darurat yang dibangun warga memberlakukan kebijakan berbeda. Di satu titik, pengendara dikenakan tarif Rp10 ribu sekali lewat.

Sementara titik lainnya, yang dibangun para pemuda desa, tidak mematok harga dan hanya menerima sumbangan seikhlasnya. (rhb)

 

Editor : Editor Satu
#jembatan putus #aceh singkil