Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

5 Jam Tersesat di Hutan Gelap Gulita, 4 Warga Badiri–Pandan Diselamatkan Satgas 

Editor Satu • Kamis, 20 November 2025 | 13:00 WIB

Empat warga yang tersesat beristirahat setelah dipandu Satgas BPBD Tapteng keluar dari hutan dalam kondisi selamat.
Empat warga yang tersesat beristirahat setelah dipandu Satgas BPBD Tapteng keluar dari hutan dalam kondisi selamat.

TAPTENG, METRODAILY – Empat warga dari Kecamatan Badiri dan Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), ditemukan selamat setelah sempat tersesat di hutan sekitar Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Senin (17/11/2025).

Mereka baru berhasil dievakuasi pada Selasa pagi, setelah pencarian dramatis yang berlangsung selama lima jam.

Keempat korban yakni Musliandri (50), Nurmina Zendrato (40), dan Klonder Pasaribu (70), semuanya warga Kelurahan Hutabalang, serta Parman Batubara (52) warga Kecamatan Pandan.

Baca Juga: Pemkab & DPRD Tapsel Sepakati Anggaran 2026, Ada Penyesuaian Fiskal

Mereka tersesat ketika melakukan survei lahan perkebunan yang rencananya akan dijual oleh Klonder Pasaribu.

Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein Siregar, mengatakan pihaknya menerima laporan hilangnya keempat warga tersebut pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB.

“Saat dihubungi lewat telepon seluler, korban menginformasikan mereka tersesat di hutan dalam kondisi hujan dan gelap, tidak bisa menemukan jalan pulang,” ujar Rahman, Selasa (18/11/2025).

Melihat kondisi cuaca dan minimnya visibilitas di lokasi, Satgas BPBD memutuskan untuk memulai pencarian pada keesokan paginya demi keamanan tim.

Baca Juga: PTI Ajukan Program Sekolah Tani & Penanaman Vetiverdi Sidimpuan

Pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB, Satgas BPBD bersama warga melakukan penyisiran di area hutan yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban. Setelah upaya pencarian selama lima jam, seluruh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi kelelahan namun selamat.

“Warga yang tersesat langsung dipandu keluar hutan dan kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” tambah Rahman.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat masuk ke kawasan hutan, terutama yang tidak familiar dengan kondisi medan.

“Warga sebaiknya memahami kondisi hutan yang akan dituju dan membawa pendamping yang paham jalur. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya. (ztm)

Editor : Editor Satu
#tersesat di hutan