Timnas Italia sejatinya dijadwalkan menghadapi dua laga kualifikasi pada jeda internasional Oktober ini. Gli Azzurri akan lebih dulu bertandang ke Estonia pada 12 Oktober, lalu menjamu Israel di Stadion Friuli, Udine, pada 15 Oktober 2025.
Baca Juga: Wasit Ahmad Al Ali Pimpin Laga Indonesia vs Arab Saudi, PSSI Keberatan
Namun, situasi di Italia memanas. Sejumlah aktivis pro-Palestina melakukan aksi unjuk rasa di depan pusat latihan Timnas Italia di Florence, menuntut agar laga kontra Israel dibatalkan.
Mereka menilai pertandingan itu tak pantas digelar di tengah konflik dan serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza.
Gelombang protes juga berimbas pada penjualan tiket laga Italia vs Israel yang anjlok drastis. Hingga kini, hanya sekitar 4.000 tiket yang terjual.
Bahkan, diperkirakan massa aksi di luar stadion akan lebih banyak daripada penonton di dalam stadion jika pertandingan tetap dilaksanakan.
Baca Juga: Sunderland Siap Bangkit Hadapi Wolves Usai Tumbang dari MU
Wali Kota Udine, Alberto Felice De Toni, turut menyuarakan agar duel tersebut ditunda demi keamanan dan solidaritas kemanusiaan. Meski demikian, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) belum mengambil keputusan resmi terkait pembatalan pertandingan.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, yang turut mengecam kekerasan di Gaza, tetap berharap pertandingan bisa digelar. Ia khawatir Italia akan dinyatakan kalah walk out (WO) jika laga dibatalkan sepihak.
“Kami harus memainkan pertandingan ini. Karena jika tidak, kami akan kalah 3-0,” kata Gattuso, dikutip dari media setempat.
Baca Juga: Haaland Tancap Gas, Bikin Kehebatan Aguero Terlihat Biasa
Kondisi ini membuat perjalanan Italia di Grup I semakin krusial. Gli Azzurri kini menempati peringkat kedua dengan 9 poin, sama dengan Israel di posisi ketiga, dan tertinggal 6 angka dari Norwegia yang memimpin klasemen. (dtc)