SIDIMPUAN, METRODAILY – Harga cabai di Kota Padangsidimpuan benar-benar bikin perut panas dan kantong bolong. Sejak Senin (8/9/2025) pagi, harga cabai di sejumlah pasar tradisional tembus Rp100 ribu – Rp120 ribu per kilogram, jauh melambung dari harga sebelumnya Rp60 ribu/kg.
Pantauan di beberapa pasar seperti Pasar Ucok Kodok, Pasar Impres Sadabuan, dan Pasar Halmahera, harga cabai seragam melambung tinggi. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat dan pedagang, karena cabai termasuk kebutuhan pokok sehari-hari.
“Harga memang naik dari Rp60 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram karena pasokan cabai dari daerah lain berkurang, sementara permintaan tetap tinggi,” ujar Boru Nasution (55), pedagang cabai di Pasar Ucok Kodok.
Baca Juga: Mendagri Tito: Kepala Daerah Wajib Perkuat Satlinmas & Pos Ronda
Hal senada diungkapkan Siti (40), pedagang di Pasar Impres Sadabuan. Menurutnya, kenaikan ini membuat pelanggan kaget dan mengurangi jumlah pembelian.
“Biasanya beli satu kilogram, sekarang cuma setengah atau seperempat kilogram. Berat sekali bagi kami dan pembeli,” keluhnya.
Kenaikan harga yang tak terkendali ini dikhawatirkan bakal menurunkan daya beli masyarakat. Para pedagang berharap pemerintah daerah turun tangan dengan memastikan distribusi bahan pokok lebih lancar agar harga bisa kembali stabil.
Sementara itu, beberapa pembeli mengaku bingung dengan kondisi ini karena cabai merupakan kebutuhan pokok yang tak tergantikan dalam masakan sehari-hari. (irs)
Editor : Editor Satu