Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Serangkaian Gempa Guncang Sumatera dan Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Editor Satu • Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:10 WIB
Ilustrasi gempa.
Ilustrasi gempa.

JAKARTA, METRODAILY – Dua gempa bumi dengan magnitudo di atas 5 mengguncang wilayah barat Indonesia pada Jumat (11/7) malam hingga Sabtu (12/7) pagi.

Meski sama-sama terasa di sejumlah daerah, BMKG memastikan keduanya tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., mengungkapkan, gempa pertama terjadi pada Jumat malam pukul 19.45 WIB.

“Gempa dengan magnitudo update M5,1 ini berpusat di laut, 11 km tenggara Kabupaten Aceh Selatan, pada kedalaman 12 km,” jelasnya.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa Aceh Selatan ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Dampaknya, getaran cukup dirasakan di Aceh Selatan dengan intensitas IV MMI (bila siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah).

Sementara di Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Subulussalam, dan Nagan Raya getaran tercatat III MMI, serta di Medan, Karo, Deli Serdang, dan Aceh Singkil dirasakan II–III MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono. Hingga pukul 20.15 WIB, belum tercatat adanya gempa susulan.

Tak lama berselang, Sabtu pagi (12/7) pukul 07.11 WIB, BMKG kembali mencatat gempa berkekuatan 5,3 SR di barat daya Sumatra.

Gempa berpusat di koordinat 1,62 LS dan 96,28 BT, kedalaman 10 km, sekitar 297 km barat daya Nias Selatan. Meski cukup besar, gempa ini juga tidak memicu tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya hoaks, serta selalu memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal resmi seperti @infoBMKG, website bmkg.go.id, telegram InaTEWS_BMKG, atau aplikasi mobile.

“Kami harap masyarakat tetap waspada, tetapi tidak panik. Pastikan informasi resmi selalu dari BMKG,” tutup Dr. Daryono. (Rel/mea)

Editor : Editor Satu
#gempa