Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rp800 Juta Dana BUMDes Diduga Tak Jelas, Kepala Kampung Biskang Minta Audit

Editor Satu • Rabu, 2 Juli 2025 | 11:25 WIB

Kepala Kampung Biskang, Roan Tumangger, menunjukkan bangunan milik BUMDes yang sudah dua tahun terbengkalai dan belum difungsikan.
Kepala Kampung Biskang, Roan Tumangger, menunjukkan bangunan milik BUMDes yang sudah dua tahun terbengkalai dan belum difungsikan.

SINGKIL, METRODAILY – Kepala Kampung Biskang, Roan Tumangger, buka suara soal dugaan tak transparannya pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang disebut-sebut mencapai lebih dari Rp800 juta sejak 2018 hingga akhir 2023.

Ia secara tegas membantah klaim Ketua BUMDes inisial SY yang mengaku sudah berkoordinasi dengannya.

“Tiga kali kami surati, tak digubris! Pengurus BUMDes tidak kooperatif saat diminta gelar rapat pertanggungjawaban,” tegas Roan, Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Besi Penahan Rel Kereta Api Dicuri di Jalur Asahan, 1 Pelaku Tertangkap, 5 Kabur

Roan mengaku didesak oleh warga untuk menuntut kejelasan soal penggunaan dana dan keberlanjutan usaha BUMDes. Ia juga sudah mengirim surat ke Inspektorat agar segera dilakukan audit menyeluruh.

“Anggaran mereka kelola lebih dari Rp800 juta. Tapi sampai sekarang tak ada LPJ, tak ada kejelasan,” ungkap Roan.

Lebih parah lagi, menurut Roan, satu unit bangunan milik BUMDes telah terbengkalai selama dua tahun dan belum pernah difungsikan. Ia menyebut belum ada penyerahan formal dari pengurus lama.

Baca Juga: Polres Labuhanbatu Gelar Tes Urine Mendadak, 10 Polisi Dicek

“Empat poin kami minta: LPJ, aset, SK kepengurusan, dan jumlah saldo. Tapi belum ada satupun diserahkan,” kata Roan.

Roan juga mengaku pernah diminta untuk menandatangani LPJ Tahun 2023, padahal ia baru dilantik pada Desember 2023. Ia menolak karena tidak ingin menanggung pertanggungjawaban sebelum masa jabatannya.

Sementara itu, Ketua BUMDes berinisial SY mengakui dana yang dikelola mencapai lebih dari Rp800 juta. Namun, ia membantah adanya penyimpangan.

Baca Juga: Disambut Tengah Malam, 107 Jamaah Haji Tiba di Tanjungbalai

“Saldo masih ada sekitar Rp150 juta di rekening. Tidak hilang. Tapi kami mau rapat dulu dengan Kepala Kampung,” ujar SY.

Ia menegaskan semua penggunaan dana terdokumentasi dan bisa dipertanggungjawabkan. Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti untuk rapat pertanggungjawaban yang diminta pemerintah desa. (rhb)

Editor : Editor Satu
#Dana BUMDes