Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ulama Kecewa, Pemkab Tetap Datangkan Artis Ibu Kota di HUT Aceh Singkil

Editor Satu • Jumat, 2 Mei 2025 | 17:40 WIB
Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Singkil, Tengku Muda Hambalisyah Sinaga.
Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Singkil, Tengku Muda Hambalisyah Sinaga.

SINGKIL, METRODAILY – Meski sempat menuai protes, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil tetap jalan terus mendatangkan artis dari Jakarta untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kabupaten, Jumat (2/5/2025) malam.

Padahal sebelumnya, sejumlah ulama dan pimpinan pesantren sudah menyuarakan penolakan terhadap hiburan joget-joget dan kemeriahan yang dinilai tak mencerminkan nilai-nilai religius Aceh Singkil. Sayangnya, suara itu tak digubris.

“Sudah kami sampaikan. Kami hanya mengingatkan. Tapi keputusan tetap di tangan bupati,” ujar Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Singkil, Tengku Muda Hambalisyah Sinaga, dengan nada kecewa.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2025 di Psp: Pendidikan Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan

Malam ini, setidaknya empat artis dipastikan tampil menghibur: Jagat Ariani, Kritina, Yenny Cotarica, dan Barry Yonk. Nama-nama mereka sudah terpampang di berbagai banner digital yang tersebar di media sosial.

Padahal, Ketua Panitia Asmaruddin sempat menyebut bahwa kehadiran artis belum final dan masih dalam pertimbangan.

“Soal artis itu urusan pimpinan, bukan pakai dana APBK,” ujarnya beberapa hari lalu. Tapi kenyataan di lapangan berkata lain: acara tetap jalan, artis tetap manggung.

Baca Juga: 360 Calon Haji Padangsidimpuan Tiba di Asrama Haji Medan

Tak hanya soal artis, polemik juga muncul dari kewajiban desa menyetor iuran Rp1 juta untuk ikut meramaikan perayaan HUT. Di tengah sorotan efisiensi anggaran, hal ini makin jadi bahan pembicaraan warga.

“Bukan soal siapa yang datang, tapi soal prinsip. Perayaan bisa meriah tanpa harus mengabaikan suara para ulama,” kata Tengku Hambali. Ia juga menyebut akan segera meminta waktu untuk bertemu pimpinan daerah membahas persoalan ini lebih serius.

Menurutnya, peran ulama tidak bisa dipinggirkan dalam arah pembangunan Aceh Singkil ke depan. “Kalau ulama disingkirkan, kita khawatir arah pembangunan kehilangan ruhnya,” tutupnya. (rhb)

Editor : Editor Satu
#artis ibu kota #HUT Aceh Singkil