Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

KEK Sei Mangkei Semakin Dilirik, 13 Perusahaan Bersiap Berinvestasi

Editor Satu • Jumat, 28 Februari 2025 | 12:20 WIB

Forum diskusi diikuti insan maritim serta pengurus asosiasi dunia usaha di Sumut.
Forum diskusi diikuti insan maritim serta pengurus asosiasi dunia usaha di Sumut.

MEDAN, METRODAILY – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun semakin menarik minat investor.

Saat ini, sebanyak 13 perusahaan besar tengah dalam antrean untuk segera berinvestasi di kawasan industri yang dikembangkan sejak 2012 tersebut.

Wakil Ketua Kompartemen Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPW ALFI/ILFA Sumut, Surya Dharma, mengungkapkan daftar perusahaan yang akan masuk ke KEK Sei Mangkei dalam forum diskusi bertajuk "Peranan Sektor Maritim Menghadapi Hilirisasi Industri KEK Sei Mangkei Menuju Indonesia Emas" di Hotel Cambridge Medan, Rabu (26/2).

Adapun 13 perusahaan yang akan berinvestasi di KEK Sei Mangkei meliputi PT All Cosmos Biotek Indonesia, PT Basi Internasional Sumatera, PT Emery Oleochemical Indonesia, PT Air Products Indonesia, PT Shell Oils Indonesia, dan PT Sime Darby Oils.

Selain itu, ada juga PT Evyap Sabun Indonesia, PT Weha Niaga Semesta, PT Eco Oils Jaya Indonesia, PT Tanimas Resources Internasional, PT SGP Industri Asia, PT Linde Indonesia, dan PT Jadi Mas.

Meskipun tidak disebutkan secara rinci nilai investasi dan asal negara investor, sejumlah perusahaan diperkirakan bergerak di sektor hilirisasi industri kelapa sawit

Seperti PT Emery Oleochemical Indonesia, PT Shell Oils Indonesia, dan PT Evyap Sabun Indonesia.

Saat ini, sudah ada empat perusahaan yang beroperasi di KEK Sei Mangkei, yakni PT Unilever Oleochemical Indonesia, PT Aliance Consumer Product Indonesia, PT Industri Nabati Lestari, dan PT Aice Sumatera Industry.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekstasi di Perairan Tanjung Batu

KEK Sei Mangkei Butuh Investasi Baru

Surya Dharma menuturkan bahwa tingkat hunian KEK Sei Mangkei saat ini masih sekitar 20% dari total luas 2.000 hektare.

Dengan masuknya investor baru, diharapkan pemanfaatan lahan akan terus meningkat dan kawasan ini bisa berkembang lebih optimal.

KEK Sei Mangkei telah dilengkapi dengan pasokan gas alam, air bersih, listrik, serta dry port.

Selain itu, kawasan ini juga mendapat dukungan dari Pelabuhan Kualatanjung, yang digadang-gadang sebagai pelabuhan kelas dunia untuk mendukung ekspor dan distribusi logistik.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Hasyim Purba SH, menilai bahwa KEK Sei Mangkei berperan penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada 2029.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia harus bersaing dengan negara ASEAN lain seperti Vietnam dan Thailand dalam menarik investasi asing.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelayanan terbaik dan kemudahan berusaha bagi calon investor, termasuk dengan memanfaatkan regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Masuknya 13 perusahaan baru ke KEK Sei Mangkei menjadi sinyal positif bagi industri hilir di Sumatera Utara.

Dengan infrastruktur yang semakin siap dan dukungan pemerintah, kawasan ini berpotensi menjadi pusat industri strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Mbc)

Editor : Editor Satu
#KEK Sei Mangkei #investasi