Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Memprihatinkan, Penyu di Kepulauan Banyak Dicuri OTK

Editor Satu • Minggu, 30 Juni 2024 | 16:39 WIB
Penyu-penyu yang ditemukan oleh tim gabungan antara SAR dan personil polisi di Pulau Palambak Kecamatan Pulau Banyak Barat Aceh Singkil.
Penyu-penyu yang ditemukan oleh tim gabungan antara SAR dan personil polisi di Pulau Palambak Kecamatan Pulau Banyak Barat Aceh Singkil.

ACEH SINGKIL, METRODAILY - Sebuah video memperlihatkan penyu-penyu yang diburu oleh orang yang tidak bertanggungjawab viral di media sosial Facebook.

Pencurian penyu tersebut diketahui di daerah Pulau Palambak Kecamatan Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil.

“Pada tanggal 29 Juni laporan dari warga ada OTK melakukan kegiatan mencurigakan disekitar pulau tersebut, lantas Tim SAR bersama Polsek langsung menuju lokasi. Benar saja setelah kami sampai didapati perahu yang terisi 6 ekor penyu dua di antaranya telah mati,” ucap Yudistira Tim SAR Kepulauan Banyak.

Yudistira menyebut, saat menemukan perahu, pelaku pencurian penyu sudah tidak ada di lokasi dan diduga melarikan karena melihat adanya tim yang mendekat ke lokasi.

“Perahu dan bukti telah kita amankan. Untuk para pelaku pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian,” ujarnya.

Selain itu, menurut Yudistira, melalui pernyataan saksi, mereka menduga pelaku adalah warga Nias inisial AR, di mana saksi ini melihat terduga ini melakukan aktivitas memancing di sekitar lokasi ditemukannya lenyu-penyu tersebut.

"Psrahu yang diamankan persis dengan yang digunakan inisial AR memancing," imbuhnya.

Salah seorang warga bernama Andi Halawa, menyayangkan akan aksi pencurian penyu tersebut. Karena selain hewan yang dilindungi juga berperan penting dalam ekosistem laut.

Menurutnya, perlu aksi kepedulian generasi muda Kepulauan Banyak untuk melestarikan, mengontrol populasi lenyu di sana. "Kalau dibiarkan, maka suatu saat penyu akan menjadi sebatas cerita sejarah untuk menidurkan anak-anak kita di waktu malam, tuturnya.(rhb)

Editor : Editor Satu